Jumat, 04 April 2014

[Dongeng] Angsa Bertelur Emas




 Orang-orang berkerumun di depan toko penjual telur di sebuah pasar di desa. Yang berada di luar ingin maju masuk ke dalam, sedangkan yang di dalam ingin lebih dekat lagi ke depan meja. Mereka datang dari seluruh penjuru negeri karena mendengar ada seekor angsa yang bertelur emas, mereka ingin melihatnya dengan mata kepala sendiri. 
 
Dan akhirnya, di depan mereka semua, hal ajaib itu terjadi persis seperti yang mereka dengar. Di atas meja, berkilauan di bawah sinar matahari, tergeletak sebuah telur emas!

Mereka menggenggam erat-erat uang mereka, tangan mereka sampai berkeringat, dan mereka mengacung- acungkan tangannya berebutan ingin membeli telur itu. 

Tapi si Pedagang, walaupun dia sangat bersemangat, hanya bisa menjual satu telur emas sehari. Yang lain terpaksa menunggu karena si Angsa hanya bisa bertelur satu telur sehari!

Si Pedagang benar-benar tidak puas dengan hal itu, dia ingin segera punya banyak uang. Gagasan yang hebat lalu terlintas di pikirannya. Pedagang yang rakus itu akan membunuh si Angsa!
Ia akan mengambil semua telur yang ada di dalam tubuhnya sekaligus. Dia sudah tidak sabar ingin segera cepat kaya. Dasar Pedagang yang memang bodoh dan hanya punya sebatas pikiran pendek.

Para pembeli bersorak gembira ketika si Pedagang mengumumkan ide hebatnya itu pada mereka. Kemudian dengan hati-hati ia mengeluarkan sebuah pisau tajam dan membelah dada burung itu.
Orang-orang terdiam dan menahan nafasnya masing-masing. Darah si Angsa menetes merah membasahi bulu bulunya yang putih. 

Mereka berpikir jika si Pedagang membelah dada angsa tersebut, mereka akan mendapat telur emas sesuai bagiannya masing-masing. Sama dengan si Pedagang yang juga berpikiran jika ia bisa menjual telur emas lebih banyak.

Namun pikiran tersebut mendadak hilang ketika melihat tidak ada telur emas yang mereka harapkan. Bahkan si Angsa bertelur emas itu sudah mati. Sudah tidak bernyawa.

"Dia membunuh angsa-nya!" orang-orang bergumam terpesona.

Lalu seorang nenek tua berkata dengan bijak,
"Ya, dan dia telah melakukan kesalahan yang besar! Kamu semua akan lihat, angsa itu sekarang hanya seekor burung biasa. Tentu saja karena ia sudah mati." 

Nenek itu berkata benar. Di sana berbaring seekor angsa yang cantik, dadanya terbelah lebar, tapi tak ada sebutir telur pun terletak di dalam tubuhnya. Sekarang angsa itu hanya berguna untuk jadi angsa panggang.

"Dia sudah membunuh angsa yang memberinya telur emas!" seorang petani berkata sedih. Sementaran si pedagang hanya terdiam menatapi angsa yang malang.
Orang-orang pun meninggalkan toko dan berjalan pulang dengan gontai.

Salah seorang yang datang dari negeri yang jauh menatap sinis kearah pedagang, kemudian berujar dengan pelan.

“Itu akibat akan sikap rakusmu. Sebuah ketamakan saja sudah bisa menghancurkan diri seseorang. Sesungguhnya sikap seperti itu sangat tidak mencerminkan manusia yang berilmu”

SEKIAN
 
 Lalu, ada makna apa dibalik dongeng tersebut? Ingat perkataan seorang yang datang dari negeri jauh dalam dongeng tadi

 'Sebuah ketamakan saja sudah bisa menghancurkan diri seseorang'

Perlu diketahui bahwa perkataan tersebut ada benarnya. Sifat tamak adalah sifat yang sangat tidak terpuji dan tentu saja tidak mencerminkan manusia yang berilmu.

Apakah dirimu tamak? Jika beberapa orang menjawab 'Ya' sepertinya kamu harus lebih berhati-hati.


Salam,
Own this blog ^-^




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar